Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi

Kepada Kawan

Sebelum ajal mendekat dan mengkhianat, mencengkam dari belakang ‘tika kita tidak melihat, selama masih menggelombang dalam dada darah serta rasa, belum bertugas kecewa dan gentar belum ada, tidak lupa tiba-tiba bisa malam membenam, layar merah berkibar hilang dalam kelam, kawan, mari kita putuskan kini di sini: Ajal yang menarik kita, juga mencekik diri sendiri! Jadi Isi gelas sepenuhnya lantas kosongkan, Tembus jelajah dunia ini dan balikkan Peluk kucup perempuan, tinggalkan kalau merayu, Pilih kuda yang paling liar, pacu laju, Jangan tambatkan pada siang dan malam Dan Hancurkan lagi apa yang kau perbuat, Hilang sonder pusaka, sonder kerabat. Tidak minta ampun atas segala dosa, Tidak memberi pamit pada siapa saja! Jadi mari kita putuskan sekali lagi: Ajal yang menarik kita, ‘kan merasa angkasa sepi, Sekali lagi kawan, sebaris lagi: Tikamkan pedangmu hingga ke hulu Pada siapa yang mengairi kemurnian madu!!!

doa

kepada pemeluk teguh Tuhanku Dalam termangu Aku masih menyebut namaMu Biar susah sungguh mengingat Kau penuh seluruh cayaMu panas suci tinggal kerdip lilin di kelam sunyi Tuhanku aku hilang bentuk remuk Tuhanku aku mengembara di negeri asing Tuhanku di pintuMu aku mengetuk aku tidak bisa berpaling

derai-derai cemara

Cemara menderai sampai jauh terasa hari akan jadi malam ada beberapa dahan di tingkap merapuh dipukul angin yang terpendam Aku sekarang orangnya bisa tahan sudah berapa waktu bukan kanak lagi tapi dulu memang ada suatu bahan yang bukan dasar perhitungan kini Hidup hanya menunda kekalahan tambah terasing dari cinta sekolah rendah dan tahu, ada yang tetap tidak diucapkan sebelum pada akhirnya kita menyerah

aku lelah

Aku lelah puisi cinta bertepuk sebelah tangan karya: Rayhandi Aku lelah dengan semua ini Dengan sandiwara cinta ini Lelah pura pura baik saja Lelah menjadi tamengmu Aku lelah dengan tingkahmu Dengan cintamu yang membunuhku selalu Dengan rasa yang kusimpan hingga batu Ingin rasanya kuakhiri Aku lelah Hancur hatiku saat kulihat dengannya Ingin rasanya aku memarahimu Tapi apa daya aku bukanlah kekasihmu Aku hanya sahabat. Ku pura pura menjadi sahabatmu Tidak ingin aku kehilanganmu Aku rela menjadi sahabat  Karena kutahu  cintamu hanya untuknya bukan untukku Cintaku bertepuk sebelah tangan.

cintailah aku seperti aku mencintaimu

Cintailah aku seperti aku mencintaimu puisi cinta bertepuk sebelah tangan karya: Rayhandi Kekasih Cintailah aku Tidakkah engkau tau aku sekarat karena menanam cinta untukmu Cinta yang akan meracuniku hingga lenyap. Kekasih  Cintailah aku Seperti fajar mencintai pagi Menghangatkannya dengan sinar Dan alunan burung burung kecil. Kekasih Cintailah aku Seperti malam mencintai bintang bintang di hajat langit Seperti tulus bulan mencintai awan hitam. Kekasih Cintailah aku Dengan caramu Dengan rasa di dada Dengan sayangmu Cintailah aku seperti jasadku mencintai jasadmu Karena aku sangat ingin di cintai oleh angin sepertimu.

kenapa jatuh cinta harus sesakit ini

Kenapa jatuh cinta harus sesakit ini? puisi cinta bertepuk sebelah tangan karya: Rayhandi Ini tentang rasa bernama cinta Perasaan yang dalam anganku teramat indah Hingga semuanya berubah ketika aku bertemu dengannya. Aku bertemu dengannya karena takdir Takdir yang mengajariku apa itu cinta Untuk pertama kalinya aku jatuh cinta padanya Hanya sekali tatap ia langsung bisa membuatku terbang. Sungguh nikmat rasanya jatuh cinta Sesuatu di dalam dadamu menari nari Nafasmu terbang memburu Keringat setia hadir menambah gugup. Hari itu adalah hari di mana aku jatuh dalam perasaan bernama cinta Hari yang sangat membahagiakan Sangat menyenangkan Indah rasanya, dunia berhenti menari. Aku jatuh cinta padanya Pada pribadinya yang lembut dan malu malu Pada tutur katanya Pada agamanya Dan pada dirinya. Aku jatuh cinta pada semua hal yang ada pada dirinya Ing...