Postingan

Mengajarkan Anak tentang Kehidupan yang Tak Selalu Mulus

Mengajarkan Anak tentang Kehidupan yang Tak Selalu Mulus Seorang ibu sedang mengantarkan anaknya ke halte bus dan menunggu di sana sampai bus sekolahnya datang. Tak lama, bus sekolah tersebut datang juga. Setelah memastikan anaknya masuk, ia pun bergegas pulang ke rumah untuk siap-siap bekerja. Setelah 30 menit, bel pintu rumah berbunyi. Ternyata, si anak lah yang ada di depan pintu. Ia sangat kaget, karena seingatnya ia sudah melihat anaknya masuk ke bus dan harusnya dia sudah sampai di sekolah. Ketika pintu terbuka lebar, ia pun sadar bahwa bus sekolah tadi juga ada di depan rumah. Kemudian, ia bertanya kepada anaknya. “Kok pulang ke rumah dan tidak sekolah?” Anaknya pun menjawab, “Aku keluar dari sekolah, Bu. Sekolah sangat sulit, lama, dan membosankan. Aku tidak suka.” Si ibu hanya bisa menghela nafas melihatnya dan berkata, “Nak, itulah yang namanya hidup. Selalu ada saja masalah yang datang menghampiri. Sekarang kembalilah ke bus dan pergi ke sekolah” ...

Tikus di Rumah

Si A: “Aku memiliki masalah besar!” Si B: “Kenapa?” Si A: “Ada tikus di rumahku!” Si B: “Oh, jangan terlalu diambil pusing. Kamu bisa mengatasinya dengan menggunakan jebakan tikus.” Si A:  “Aku nggak punya jebakan.” Si B: “Kamu bisa membelinya di toko.” Si A: “Aku nggak bisa beli. Nggak punya uang.” Si B: “Nih, pakai uangku saja.” Si A: “Baiklah.” Si B: “Kamu bisa gunakan sepotong keju yang diletakkan di jebakan agar tikus itu mau masuk perangkap.” Si A: “Aku nggak punya keju.” Si B: “Kalau nggak ada, pakai aja sepotong roti yang diberi sedikit minyak dan masukkan dalam jebakan.” Si A: “Aku nggak punya minyak.” Si B: “Kalau begitu nggak usah pakai minyak, atau pakai makanan lain aja yang ada di rumah.” Si A: “Aku nggak punya roti atau makanan apapun di rumah. Tepatnya, aku nggak punya rumah” Si B: ” Lalu, di mana masalahnya?!”

Di Balik Nikmatnya Berlibur, Ada Dompet yang Menangis

Sebuah keluarga sedang pergi ke Disney Land. Setelah melewati liburan yang menyenangkan dan melelahkan, mereka kembali ke rumah. Saat mereka meninggalkan Disney Land, anak laki-laki melambaikan tangan dan berkata, “ Goodbye , Mickey.” Lalu si anak perempuan juga melambaikan tangan dan berkata, “ Goodbye , Minnie.” Kemudian si ayah juga melambaikan tangan dan dengan lemahnya berkata, “ Goodbye , Money.”

Cara Menyampaikan Kabar Buruk

Seorang pria mendapat sebuah panggilan telepon. Ternyata panggilan tersebut berasal dari rumah sakit. “Pak, istri Anda mengalami kecelakaan serius. Ada kabar buruk dan kabar baik untuk Anda,” terang sang dokter. Dengan ragu-ragu, pria itu pun memutuskan mendengar kabar buruknya terlebih dahulu. “Kabar buruknya, istri Anda mengalami kelumpuhan total. Untuk bisa bertahan hidup, dia harus menggunakan respirator.” Dengan tak kuasa menyembunyikan kesedihannya, pria itu bertanya, “Lalu apa kabar baiknya?” Dokter menjawab, “Saya hanya bercanda.” Pria itupun merasa lega, dan si dokter kembali melanjutkan bicaranya, “Sebenarnya, istri Anda sudah meninggal.”

Sesuatu yang Tak Bisa Dijelaskan

Sesuatu yang Tak Bisa Dijelaskan Seorang peternak sedang duduk termenung dan terlihat sedikit mabuk. Seorang laki-laki pun datang dan bertanya kepadanya, “Hei, kenapa kamu duduk termenung di sini padahal hari sedang cerah? Apa kamu mabuk?” Peternak itu menjawab, “Karena sesuatu yang tak bisa dijelaskan.” “Lalu kenapa kamu terlihat sedang bermasalah?” tanya si laki-laki. Peternak menjawab, “Tadi, aku memerah sapi. Aku sudah dapat satu ember penuh susu, tapi sapi itu malah menendang ember tersebut.” “Baiklah, itu tidak sepenuhnya buruk,” kata si laki-laki. “Sesuatu yang tak bisa dijelaskan,” peternak membalasnya. “Lalu apa yang terjadi kemudian?” “Aku mengangkat kaki kirinya dan mengikatnya.” “Kemudian?” “Aku kembali duduk memerah susunya. Sesaat setelah aku berhasil memerah satu ember penuh, sapi itu menendangnya kembali dengan kaki kanannya.” Sambil tertawa, si laki-laki itu berkata. “Lagi?” Peternak menjawabnya, “Sesuatu yang tak bisa dijelaskan.” Lalu, apa yang t...

Supir Kaget

Ini adalah sebuah kisah tentang supir taksi dan penumpangnya. Karena ingin bertanya sesuatu, penumpang pun menepuk pundak si supir. Namun saat ditepuk, si supir justru kaget bukan main. Dia jadi kehilangan kendali dan hampir terlibat kecelakaan fatal. Dia menepikan mobilnya dan berusaha keras untuk menenangkan hatinya. Lalu si supir berkata pada penumpang, “Tolong jangan seperti itu, saya sungguh ketakutan.” Karena tak tahu apa-apa, si penumpang pun berkata, “Maaf, saya tidak tahu kalau hal seperti itu bisa mengejutkanmu.” Si supir kembali menjawab, “Saya juga minta maaf, sepenuhnya ini bukan kesalahan Anda. Hari ini merupakan hari pertama saya menjadi supir taksi. Sebelumnya, saya adalah supir mobil jenazah, dan profesi ini sudah saya jalankan selama 30 tahun”

Bercanda Sama Tuhan

Suatu hari, ada seseorang yang memiliki hati yang sangat baik dan juga rajin beribadah. Ketika itu, dia sedang melakukan perjalanan dan tersesat di sebuah hutan belantara yang mungkin belum pernah dijamah orang. Semakin lama, ia semakin merasa kelaparan. Malangnya, di sana ia tak menemukan apapun yang bisa dimakan. Mulai putus asa dan kebingungan, ia hanya bisa pasrah dan berdoa, “Tuhan, daripada bingung dan kelaparan seperti ini, lebih baik ada singa yang datang dan memakanku saja.” Mungkin karena dia orang baik, doanya pun terkabul. Tiba-tiba dari balik semak-semak muncul seekor singa yang siap memangsanya. Ia pun terkejut dan ketakutan, lalu kembali berdoa, “Ya Tuhan, jangan seperti itu. Saya kan cuma bercanda.”