Mentari pagi masih malu-malu mengintip di balik deretan gedung pencakar langit Jakarta, namun bagi Arga dan Laras, hari sudah dimulai dengan riuh rendah khas ibu kota. Arga, dengan rutinitasnya sebagai chef muda di sebuah restoran ternama, selalu disibukkan dengan racikan bumbu dan aroma masakan. Laras, sang arsitek yang penuh ide, tenggelam dalam sketsa dan maket proyek ambisiusnya. Mereka adalah pasangan modern yang dinamis, penuh semangat, dan seringkali… sibuk. Suatu malam, setelah seharian berjibaku dengan kesibukan masing-masing, mereka duduk di sofa apartemen, hanya ditemani cahaya temaram dari lampu baca. Keheningan yang ada bukan karena canggung, melainkan kelelahan yang memuncak. "Capek banget, Ras," keluh Arga, menyandarkan kepalanya di bahu Laras. Laras membelai rambut Arga lembut. "Aku juga, Ga. Rasanya hari ini kepala mau pecah." Namun, di tengah kelelahan itu, ada percikan ide yang tiba-tiba melintas di benak Arga. "Bagaimana kalau kita escape ?...